Tuesday, December 7, 2010

On The Corner

Dan rasanya seluruh isi hidupku terkocok.
Semuanya berantakan,
seakan2 ada pencuri yang masuk ke dalam hidupku,
membongkar segala sesuatunya,
untuk mengambil sebuah barang berharga yang tidak ternilai.
Bahkan aku tidak tahu apa yang hilang,
tapi aku yakin ada yang menghilang.
Kalau ditanya rasanya?
Kosong.
Jawaban yang paling tepat untuk diungkapkan.

Kenapa?
Bukankah ada dunia maya yang menyatukan?
Iya, dunia maya memang menyatukan.
Tapi tetap saja, berbeda jika dibandingkan dengan dunia nyata.
Jauh.
Biasanya dunia maya mengobati,
kali ini, tidak.
Sungguh, aku kehilangan.
Dunia maya, efeknya seperti antibiotik.
Awalnya memang terobati,
dan aku sembuh.
Tapi, kalau setiap sakit aku minum antibiotik,
lama2 virus yang menyerangku akan kebal terhadap antibiotik yang kuminum.
Hasilnya?
Aku tidak akan sembuh.
Jadi?
Entahlah.
Ah, selalu saja seperti ini.
Mengambang.

Berada di persimpangan jalan sungguh merepotkan.
Terutama jalan baru yang selalu kudapat setiap hari.
Tanpa peta.
Dan aku tak tahu dimana tujuanku berada.
Dan untuk sekian kalinya.
Aku tahu apa tujuanku,
tapi aku belum melihatnya sama sekali.
Bahkan ujung antenanya.
Hidup itu lucu.
Banyak maunya.
Banyak berinya.
Aku tidak punya pilihan.
Tapi sekarang, aku dipersimpangan.
Entah mau ke kiri atau ke kanan.
Sedangkan yang pasti, aku harus memilih dan terus maju.
Tidak mungkin mundur.
Aah, sungguh,
aku meragukan pilihanku.
Segalanya bertolak belakang dengan impianku.
Well, sejak anak kecil pasti punya impian.
Dan mungkin kuakui, aku masih seorang anak kecil.
Yang belum menemukan jati diri.
Kalau ditanya, bagaimana hidupku?
Mengambang, lagi2.
Sungguh, aku benci membaca cerita mengambang.
Gregetan rasanya.
Buat orang penasaran saja.
Tapi aku sangat suka menulis cerita mengambang.
Aneh.

No comments:

Post a Comment