Monday, December 13, 2010

Control and Drive

Dan semuanya terombang-ambing. Ntah harus kemana aku berjalan. Bukan berjalan, tapi berlari. Sudah tidak cukup banyak waktu untuk memilih. Sudah dekat. Sebentar lagi persimpangan. Tidak banyak lagi waktu untuk berpikir. Akankah aku tetap bertahan di sini sampai aku mendapatkan sesuatu yang melekat padaku seumur hidupku? Atau aku akan pergi dan meraih sesuatu yang lain untuk melekat di hidupku.

Sebenarnya bukan buruk jika aku memilih untuk bertahan. Hanya saja, ah, lagi-lagi kebencian ini menyerang. Merasuki setiap pikiran dan hatiku untuk membenci. Bukan hanya itu, ketidakpuasan merajam. Aku ingin diriku puas dengan pilihanku, bukan pilihan hidup. Tapi rasanya, hidup merajarela. Pilihan terlepas dari tanganku. Seakan-akan inilah jalanku. Benarkah?

Katakanlah, katakan padaku. Apa yang akan kau beri? Apa yang akan kau pilihkan untukku? Jalan mana yang harus kutempuh? Bisikkanlah. Beritahukan aku. Jangan biarkan aku tanpa arah. Kemana lorong ini membawaku? Kenapa belum ada cahaya yang membimbingku keluar? Dimana bintangku? Tunjukkan padaku. Jangan lagi mengulur waktu ini. Hei. Berhenti di sana. Cukup mempermainkanku. Waktu terus berdetak. Dengarkah? Detakan jarum jam yang terhentak berhenti dan berjalan. Tidak pernah berhenti - yah, kecuali kehabisan baterai. Cepat.

Apakah kau tuli? Ataukah bisu? Kenapa tidak memberitahuku? Kini kau yang berkuasa atasku. Biasanya, aku yang berkuasa. Kini, aku hanya dapat pasrah. Terserah apa yang akan kuterima. Terserah kau meu memvonisku bagaimana. Tapi, paling tidak. Tunjukkanlah. Berikan sebuah petunjuk. Bertahan, atau tinggalkan. Itu saja. Tidak ada yang lain.

Ngomong-ngomong, siapa kau? Mengapa kau berhak mengobrak-abrik hidupku? Biarkan aku yang menentukan. Bagaimana? Tahun lalu, kau yang menentukan, kali ini, berikan padaku. Ini setir hidupku. Kau mobilnya, aku supirnya. Aku yang menentukan arah. Rem dan gas, aku yang mengatur. Kapan aku harus kencang, dan kapan aku harus pelan, biarkan aku mengatur kopling. Kau hanya perlu menjadi tempatku bertopang, dan siapkan tenagamu untuk melaju lebih cepat, atau kau akan cepat aus. Ingat, aku supirnya. Kau ikuti saja kemana aku memutar setirku, secepat apa aku mengatur persenelingmu. Bagaimana kalau kita jalan sekarang? Yang paling penting, kita harus bekerja sama.

Kalau aku ke kiri, putar ban mu ke kiri. Agar seluruh tubuhmu ikut ke kiri. Kalau aku ke kanan, putar juga ke kanan. Jangan sampai putar ke kiri. Jangan sampai salah. Fokuskan tujuanku. Aku takkan salah arah. Percayakan padaku. Aku tahu yang terbaik untukku. Bukan kau, ataupun dia. Bukan siapa-siapa. Hanya aku. Aku tahu keadaanku. Aku tahu sampai mana kemampuanku. Aku tahu. Jangan berlagak kau lebih tahu diriku daripada aku. Aku yang lebih tahu. Aku yang akan mengatur jalan hidupku. Kemana aku harus bergerak, dan bagaimana aku harus berjalan. Atau berapa lama aku harus berada di jalan ini. Semuanya sudah kuperhitungkan. Tunggu saja tangal mainnya.

No comments:

Post a Comment