Hari ini, kejadian2 membuatku berpikir.
Sebuah pesan yang tertulis dalam handphone membawaku kembali ke masa lalu.
Aku dan temanku yang sedang merasakan cinta dan hubungan, saling mengirim pesan.
Dan, tiba2,
"Pernah merasakan cinta? Menurutmu, cinta apa yang paling aneh?"
Begitu pertanyaan ini dilontarkan,
aku terdiam sejenak,
mencoba mengertii kata per kata yang tertera pada layar kecil handphoneku.
Cinta.
Kemudian aku berpikir,
menelusuri ruang waktu,
mengulas kembali kenangan.
Mencoba mengingat apa yang kurasakan saat itu.
Apakah itu cinta? Atau...
Sudah cukup lama aku tidak berkutik dengan cinta,
tapi aku mencoba sebisaku untuk menjawab.
Aku menekan tombol option-reply.
Lalu aku menekan keypad,
dan kata "pernah" tertera pada layar.
Aku berhenti mengetik.
Pernahkah?
Aku tidak yakin.
Maka aku menekan tombol 'c pada keypadku.
Dan kata "pernah" itu terhapus.
Kuganti dengan "Mungkin, pernah."
Menjawab satu pertanyaan saja sudah cukup sulit.
Kini, pertanyaan kedua.
Cinta paling aneh..
Hmm,, saat mencintai seseorang,
yang tak mungkin menjadi milikmu.
Bukan, bukan itu.
Ada lagi yang lebih aneh.
Aku berusaha menguak kembali seluruh ingatanku mengenai cinta.
Dan akhirnya aku memutuskan,
dan mengetik
"Cinta paling aneh, mm, saat meninggalkan, tapi akhirnya ingin kembali. Menurutmu?"
Lalu aku menekan tombol send dengan cepat.
Menghitung detik, menunggu balasan.
Handphoneku bergetar.
Terburu-buru aku membuka sms.
Dari nomor seseorang yang kusave namanya dengan empat huruf,
nama panggilannya.
"Jenis cinta paling aneh. Saat tau itu gak mungkin, tapi masih dijalani."
Hei, itu pemikiranku tadi.
Tapi, tidak, itu tidak seaneh yang kukatakan
dan kusent tadi.
Kamu hanya belum merasakan yang satu itu, pikirku.
"Yah, memang cinta itu lebih banyak aneh" katanya.
Baru kali ini aku menelusuri kembali kenanganku.
Setelah sekian lama aku mencoba melepaskan,
dan menguburnya.
Kini aku menggali kembali kuburan itu,
dengan pikiranku.
Untuk seseorang yang membuatku menggali kembali kenanganku.
Apakah kamu akan berhenti disini dan melepaskannya,
atau tetap bertahan di sini,
terombang ambing dalam kesakitan dan ketidakpastian?
Mencoba melupakan, dan gagal untuk yang kesekian kalinya.
Membuat seluruh pikiranmu kehabisan kata-kata.
No comments:
Post a Comment