Tuesday, October 25, 2011

Ijinkan Aku Bermimpi

Hidup ini memang milikku, tapi sebagian besar waktunya bukan milikku. Entah ini pilihan hidup atau apa. Seolah-olah hidup yang memaksaku berada di lingkaran ini. Lalu kutelusuri masa lalu, saat segalanya milikku, sepenuhnya. Keinginanku, niatku, mimpi-mimpiku. Sekarang yang mana lagi yang benar-benar kuinginkan? Kehidupan ini?

Tertawa sejenak, lalu berpikir lagi. Sampai kapan aku menjalani semua ini dengan perintah-perintah dan aturan-aturan yang bahkan tak memberiku waktu untuk berpikir.

Lalu semakin lama, semuanya semakin membelenggu. Mengikatku dalam ikatan yang takkan lepas. Lagi-lagi pertanyaan yang sama muncul : sampai kapan? Lalu hidup menjawab, sampai segalanya tertata rapi.

Ini hidupku, tetapi mengapa dikontrol setiap orang yang masuk ke dalam hidupku?

Tak pernah mendesah, segala keluh kesah yang ingin kuungkapkan. Segalanya, yang tak pernah menghargai jerih payahku. Menghargai setiap perjuangan yang kupertahankan sepenuh hati.

Bukannya tidak beralasan, tetapi tak pernah ada yang mau mendengar penjelasanku.
'Tidak', selalu kata itu yang kudengar. Pernahkah kau bertanya 'mengapa?' Atau paling tidak, berilah aku waktu. Kesempatan untuk menjelaskan bagaimana aku akan memperjuangkan pilihanku.

Aku ini aku. Hidupku, bukan milikmu. Aku menjalani hidupku, dan aku tahu apa yang terbaik untukku sekarang. Tapi tak ada yang pernah memahami segala sesuatu yang kulakukan.

Kebebasan. Mungkinkah kudapatkan kebebasan yang kuinginkan. Perlukah aku mengorbankan seluruh hidupku demi keegoisanmu? Sudah cukupkah mengendalikan hidupku?

Lalu, pernahkah berpikir untuk menghargai seluruh karyaku? Pernahkah bertanya apa mimpiku untuk masa depanku?

'Jangan terus bermimpi' itu katamu.

Jatuhkan saja semua bintangku. Hancurkan semua mimpiku. Sapu semua khayalanku untuk masa depanku.

Aku tidak menginginkan uang, atau apapun. Aku hanya menginginkan hidupku.
Akankah kudapatkan? Atau aku hanya akan terus terdiam?

No comments:

Post a Comment