Friday, February 4, 2011

Andai Saja

Entah terajam, tercabik beribu, berjuta belati. Kini hanya menjerit, menahan rasa sakit. Seulas kalimat yang diucapkan. Terngiang di benakku. Kata per kata yang terdengar sangat jelas, meski tak ada yang mengucapnya tepat di telingaku. Hanya saja, setiap kata yang diucapkannya begitu berarti, kini lenyap. Tak berarti lagi.


Kenangan yang telah terjadi, ditetapkan takkan terulang lagi. Sekarang, maupun nanti. Dalam mimpi, apalagi pada kenyataan hidup. Perjalanan kini kulalui perlahan. Terseok-seok mengikuti arus. Arus yang harus kukejar. Karena aku telah bermimpi terlalu banyak, berharap terlalu tinggi. Terseret arus ke masa lalu. Terbuai dengan segala kenangan yang telah terjadi, dan harapan yang mungkin terjadi.


Mungkin sebagian orang, sebagian besar, menganggapku bodoh. Mengaharapkan hal yang takkan mungkin terjadi lagi. Sebagian diriku menolak. Harapanku besar, dulunya. Aku percaya, suatu saat, aku akan mencapainya. Bersama dengan impianku, harapanku, yang selalu membuatku tersenyum. Bermimpi lebih.


Namun segalanya berubah. Tidak. Tidak mungkin lagi. Segalanya. Kini aku harus bertahan saja, atau aku akan terseret kembali, pada masa lalu. Tapi yang kali ini berbeda, kali ini, tanpa harapan. Tanpa impian. Kosong. Kupikir, andai saja saat itu. Andai saja aku dapat kembali. Andai saja aku tidak melepaskan. Tapi kata 'andai saja' ini kosong. Meski 'andai saja' menjadi dua kata yang sangat adiktif. Segala sesuatunya terlihat mudah dengan berandai-andai. Tapi tetap saja, nihil.


Tak ada lagi yang akan terjadi. Tak dapat berharap lagi. Terkubur. Meski aku tak mampu menguburnya. Terseret. Meski aku tetap bertahan tak ingin melepasnya, hingga terus terseret arus bersama kenangan. Terbuang. Meski aku tahu, aku tetap akan mengais-ngais tempat sampah untuk mencarinya.


Bagaimanapun, saat kembali lagi ke masa2 tertentu, terkuak kembali. Dan kata 'andai saja' selalu berputar di pikiranku, terngiang di benakku. Anda saja aku dengan mudah dapat melepaskan. Atau, andai saja saat itu aku tidak melepaskan dan memilih untuk menerima.

No comments:

Post a Comment